4/09/2015

Puskesmas, Teknologi Tepat Guna Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa

Puskesmas, Teknologi Tepat Guna
Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
Dosen pembimbing : Ari Kurniarum, S.Si.T., M.Kes.
Disusun Guna Memenuhi Tugas Kesehatan Masyarakat








Disusun oleh:
Nama          : Desi Purnamasari     
NIM                        : P27224013 230
Kelas           : Reguler A



POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
DIII KEBIDANAN
2014
Biodata Penulis
Nama               : Desi Purnamasari
Alamat                        : Nambangan 001/006 Grogol, Weru, Sukoharjo

1.      Puskesmas di Kabupaten Sukoharjo
Description: http://loketpeta.pu.go.id/wp-content/uploads/media-peta/peta-infrastruktur/pii-3300/3311_2012-1024x744.gif
No
Kode Puskesmas
Nama Puskesmas
Nama Kecamatan
1.
P3311010101
Weru
Weru
2.
P3311020101
Bulu
Bulu
3.
P3311030101
Tawangsari
Tawangsari
4.
P3311040101
Sukoharjo
Sukoharjo
5.
P3311050101
Nguter
Nguter
6.
P3311060201
Bendosari
Bendosari
7.
P3311070101
Polokarto
Polokarto
8.
P3311080101
Mojolaban
Mojolaban
9.
P3311090101
Grogol
Grogol
10.
P3311100201
Baki
Baki
11.
P3311110101
Gatak
Gatak
12.
P3311120201
Kartasura
Kartasura
Jumlah puskemas perawatan ada 10 sedangkan non perawatan ada 2
Jumlah puskesmas pembantu ada 49
Jumlah polindes ada 167

2.      Teknologi Tepat Guna dalam Industri Rumah Tangga yang Berguna Dari Masa ke Masa “Sepeda Ontel”
Sepeda adalah salah satu alat transportasi yang paling penting di dunia, karena selain ramah lingkungan, sepeda juga menjadi tonggak munculnya kendaraan-kendaraan lainya. Tercatat bahwa sepeda lebih dulu diciptakan dari mobil. Bahkan banyak yang berkata bahwa sepeda sudah dirancang oleh orang-orang jaman dulu (termasuk oleh Leonardo da Vinci). Sepeda adalah kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya.
Pada awal terciptanya sepeda, baron bekerja sebagai pengatur atau mandor taman kerajaan di Paris. Karena taman kerajaan di Paris sangat luas, Baron kesusahan harus berpindah-pindah dari bagian taman satu ke taman yang lain. Untuk itulah baron kemudian berinisiatif untuk menciptakan sebuah alat yang bisa memudahkannya berpindah-pindah dengan cepat tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga.
Pada tahun 1817, Baron Karls Drais von Sauerbronn berhasil membuat sebuah alat kendaraan berupa kursi yang dilengkapi dengan roda, bentuknya sudah menyerupai sepeda, hanya saja tak mempunyai genjotan. Sepeda pertama ini hanya berjalan dengan tenaga dorong. Karena pedalnya langsung tersambung dengan Ass depan. Sepeda ini dikenal dengan nama Draisienne (berdasarkan nama penemunya).
Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.
Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan pedal khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah "berani" menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Perancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Perancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.
Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (peer dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang.
Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.
Jenis-jenis sepeda
Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya.
a.       Sepeda gunung-digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27.
b.      Sepeda jalan raya-digunakan untuk balap jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27
c.       Sepeda BMX-BMX merupakan kependekan dari bicycle moto-cross, banyak digunakan untuk atraksi
d.      Sepeda kota (citybike) adalah sepeda yang biasa dipakai di perkotaan dengan kondisi jalan yang baik. Sepeda jenis sangat menekankan aspek fungsional.
e.       Sepeda jenis citybike dengan boncengan dan keranjang
f.       Sepeda lipat-merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah
g.      Sepeda Balap - Sepeda yang model handlernya setengah lingkaran dan digunakan untuk balapan.
h.      Sepeda Motor - bertenaga mesin dengan mengunakan bahan bakar berjenis bensin sebagai sumber daya utamanya. Dengan semakin berkembangnya teknlogi pada industri kendaraan roda dua.

Pengertian Industri
Menurut Nurimansjah Hasibuan (1993:12) secara mikro, pengertian industri adalah Kumpulan dari perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang-barang yang homogen, atau barang-barang yang mempunyai sifat saling mengganti yang sangat erat.
Sedangkan menurut Hardjantho Sumodisastro (1985:1) industri ialah “tiap usaha yang merupakan unit produksi yang membuat barang dan atau yang mengerjakan sesuatu barang atau bahan untuk masyarakat di suatu tempat tertentu”.
Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa industri adalah berbagai bentuk kegiatan ekonomi. Sedangkan kegiatan ekonomi dapat dilakukan oleh perorangan maupun oleh perusahaan.  Oleh karena itu berbagai ragam atau jenis perusahaan dapat dikatakan merupakan industri.  Misalnya:
1)      Perusahaan pembuat kerupuk merupakan industri pembuatan kerupuk.
2)      Perusahaan pembuat “jamu” merupakan industri obat-obatan.
3)      Perusahaan pembuat genteng, batako atau batu merupakan industri bagunan perumahan.
4)      Perusahaan pembuat kecap, minuman, kue kering, roti, merupakan industri makanan dan minuman.
5)      Perusahaan pembuat sepatu dan sandal merupakan industri sepatu dan sandal.
6)      Perusahaan pemintal benang, pembuat tekstil merupakan industri bahan pakaian.
7)      Perusahaan pembuat kabel telepon adalah bagian dari industri telekomunikasi.
8)      Perusahaan pembuat minyak goreng adalah industri minyak goreng.
9)      Perusahaan penghasil kelapa sawit, teh, coklat, merupakan industri pertanian yang dikenal dengan istilah agroindustri. (Djoko Santoso TH., 2008:2).
Pada intinya, kegiatan industri itu sama yaitu pembuatan barang-barang yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sasaran umum kebijaksanaan industri sebagai berikut:
1)      untuk menyediakan pekerjaan bagi penduduk yang jumlahnya semakin meningkat (dan dalam beberapa kasus penyediaan pekerjaan bagi kaum buruh tani yang memang sudah tidak memiliki pekerjaan),
2)      untuk meningkatkan taraf hidup dengan meningkatkan taraf hidup dengan meningkatkan per kapita pendapatan nasional bersih dan,
3)      untuk memperbaiki situasi-situasi neraca pembayaran. (Alan B. Mountjoy, 1983:62).

Penggunaan sepeda dalam industri rumah tangga
a.       Sebagian besar penduduk pedesaan, sepeda digunakan untuk dagang bubur, gorengan, cilok, batagor, mainan anak-anak, balon gas, lauk, krupuk, dawet, es, jagung rebus meskipun semua itu juga bisa terjadi di perkotaan.
b.      Di daerah kerajinan, sepeda digunakan untuk pemasaran hasil kerajinan tangan di industri rumah tangga mereka, misalnya distribusi produk gerabah, tas, peralatan dapur, sapu, dan sebagainya
c.       Sepeda juga bisa dimodifikasi menjadi odong-odong yang biasanya dioperasikan di desa-desa maupun perkotaan yang banyak gangnya dan juga anak kecilnya.
d.      Sepeda juga dimodifikasi dengan ditambah mesin jahit, agar si tukang jahit tersebut bisa keliling menjemput klien yang akan menjahitkan ataupun permak pakaiannya, jadi istilahnya penjahit ‘menjemput bola’.

3.      Pemberdayaan Masyarakat Desa Grogol, Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo
Sulistiyani (2004) menjelaskan bahwa tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan masyarakat adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berpikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan. Kemandirian masyarakat merupakan suatu kondisi yang dialami oleh masyarakat yang ditandai dengan kemampuan memikirkan, memutuskan serta melakukan sesuatu yang dipandang tepat demi mencapai pemecahan masalah yang dihadapi dengan mempergunakan daya atau kemampuan yang dimiliki.
Saat ini pembangunan tidak lagi berpusat pada pemerintah, tetapi lebih terpusat pada masyarakat. Dan diharapkan mampu menciptakan kemampuan bagi masyarakat untuk membangun diri mereka sendiri melalui Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDL). PSDL merupakan mekanisme perencanaan people centered development yang menekankan pada proses belajar sosial dan strategi perumusan program yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengaktualisasikan diri mereka (empowerment) (Tjokroaminoto, 1996).
Intinya bahwa pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk melahirkan masyarakat yang mandiri dengan menciptakan kondisi yang memungkinkan potensi masyarakat dapat berkembang. Setiap daerah memiliki potensi yang apabila dimanfaatkan dengan baik akan membantu meningkatkan kualitas hidup mereka dan melepaskan diri dari keterbelakangan dan ketergantungan. Masyarakat memiliki peranan penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat tersebut, karena masyarakat merupakan subyek dari pemberdayaan.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, masyarakat Desa Grogol menggantungkan pada berbagai jenis mata pencaharian, seperti petani, buruh tani, pedagang / wiraswasta / pengusaha, pengrajin, PNS, TNI / Polri, penjahit, montir, sopir, karyawan swasta, tukang kayu, tukang batu, guru swasta.
Tabel Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
No
Jenis Mata Pencaharian
Jumlah
1
Buruh tani
474
2
Petani
341
3
Pedagang/Wiraswasta/Pengusaha
183
4
Pengrajin Genteng
152
5
PNS
60
6
TNI/Polri
16
7
Penjahit
15
8
Montir
2
9
Sopir
45
10
Karyawan swasta
427
11
Tukang kayu
28
12
Tukang batu
26
13
Guru swasta
15
Jumlah
1784
Sumber: Daftar Isian Tingkat Perkembangan Desa 2008
a.         Perberdayaan di Bidang Pertanian
Lahan pertanian yang ada di Desa Grogol seluas 279,52 Ha. Lahan pertanian yang ada ditanami padi sebagai tanaman pokoknya. Selain itu juga ditanami tanaman kacang kedelai, kacang tanah, kacang panjang, ubi kayu, dan jagung. Dalam satu tahun terdapat 2 sampai 3 kali panen padi, untuk tanaman yang lain menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
Dengan keadaan pertanian yang subur ini dapat membantu memberdayakan masyarakat, yaitu dengan mengolah sumber daya alam yang ada di bidang pertanian. Lokasi pertanian di Desa Grogol ini juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi desa lain. Misalnya saat musim panen atau tanam tiba penduduk sekitar Desa Grogol meminta bantuan kepada penduduk desa lain untuk membantu mereka dalam menggarap sawahnya.
b.        Pemberdayaan di Bidang Keahlian
Di Desa Grogol ada 15 penjahit yang beroperasi hingga saat ini. Biasanya mereka membuat jasa penjahitan di rumah masing-masing. Ada yang hanya beroperasi sendiri, namun juga ada yang dibantu oleh orang lain, meskipun juga ada yang dibantu oleh keluarganya sendiri. Setidaknya mereka bisa mandiri dalam hal kehidupannya. Ada penjahit laki-laki yang biasanya menerima pesanan dari klien laki-laki, jarang yang menerima pesanan dari perempuan, begitu pula ssebaliknya penjahit perempuan sering mendapatkan pesanan dari ibu-ibu maupun pesanan menjahitkan seragam sekolah.
c.       Pemberdayaan Ibu-ibu
Di Desa Grogol ada perkumpulan ibu-ibu PKK yang akan berlatih memasak. Tujuannya adalah agar ibu-ibu di Desa Grogol ini bisa mengembangkan usaha dari hasil belajar memasak di kelurahan Grogol. Peralatannya berasal dari kelurahan yang dipakai bersama, namun peralatan yang sederhana misalnya pisau, peserta membawa sendiri dari rumah. Biasanya ibu-ibu setelah dari kursus memasak, mereka akan mencoba membuat makanan sendiri di rumah, meskipun kadang juga meminta bantuan dari temannya atau tetangganya.
Selain latihan memasak, seminggu sekali juga diadakan latihan senam aerobic bersama-sama agar ibu-ibu rumah tangga di Desa Grogol selalu sehat.
d.      Pemberdayaan di Bidang Keagamaan
Setiap kamis malam, di Desa Grogol diadakan pengajian rutin di Masjid Nurul Iman Nambangan, terkadang peserta pengajian tidak hanya datang dari Desa Grogol, tetapi juga dari desa-desa sekitar yang dekat dengan masjid tersebut. Setiap sebulan sekali juga diadakan pengajian se-Kecamatan Weru. Untuk tempatnya biasanya dilakukan bergilir.
e.       Pemberdayaan di Bidang Kesehatan
Setiap tanggal 16 diadakan posyandu balita dan lansia. Tekadang juga ada penyuluhan dari dinas kesehatan maupun badan-badan terkait yang mendatangi warga Desa Grogol.
f.       Pemberdayaan di Bidang Lingkungan
Sebulan sekali, pada awal bulan setiap hari minggu pemuda dan warga bekerjasama bergotong royong membersihkan lingkungan setempat agar lingkungannya bersih dan sehat
g.      Pemberdayaan di Bidang Industri Kecil
Keberadaan industri kecil genteng pres di Desa Grogol dapat menciptakan peluang kerja bagi penduduk setempat. Industri kecil genteng pres yang ada di Desa Grogol mempunyai sifat yang padat dengan tenaga kerja manusia. Pasalnya, mulai dari pemrosesan bahan baku sampai menjadi genteng pres yang siap dipasarkan selalu melibatkan tenaga manusia, sehingga mampu menampung dan menyerap tenaga kerja.
Tenaga kerja yang ada di industri kecil genteng pres sebagian besar berasal dari Grogol dan sebagian kecil berasal dari Ngawen dan Gunung Kidul. Tenaga kerja yang berasal dari luar wilayah Grogol kebanyakan mereka bekerja sebagai tenaga pencetak / tenaga tetap, tetapi ada juga tenaga pencetak yang berasal dari wilayah Grogol sendiri. Untuk tenaga kerja yang berasal dari Grogol kebanyakan mereka bekerja sebagai buruh harian, yaitu sebagai tenaga yang melakukan persiapan, pencampuran, penggilingan, penganginan, penjemuran, penataan genteng pada tempat pembakaran (tobong), pembakaran, dan pembongkaran. Dengan adanya industri kecil genteng pres di dekat tempat tinggal mereka, mereka tidak perlu mencari pekerjaan ke daerah lain yang jauh dari tempat tinggal mereka. Para pekerja tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi dan biaya makan, sehingga tidak mengurangi upah yang mereka terima, karena tempat tinggal mereka dekat dengan lokasi dan biaya makan sudah ditanggung oleh pemilik industri kecil.
Tenaga kerja yang terserap semakin lama semakin bertambah. Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya genteng pres yang dibutuhkan oleh masyarakat luas dan semakin bertambahnya orang-orang yang mengikuti jejak para pendiri untuk mendirikan industri kecil genteng pres. Di industri kecil genteng pres ini kebanyakan mereka mempunyai tenaga kerja tetap 3 orang. Dua diantaranya di bagian pencetakan, sedangkan yang satu orang yang bagian menjemur genteng yang sudah dicetak. Dan ada juga yang mempunyai pekerja tetap lebih dari 5 orang.
Kegiatan industri kecil genteng pres tidak memerlukan tenaga kerja yang ahli dengan tingkat pendidikan yang tinggi pula. Dengan kemauan, tingkat pendidikan dan keterampilan yang dimiliki, siapapun bisa bekerja di industri kecil genteng pres.
Tenaga kerja yang ada di industri kecil genteng pres bekerja mulai jam 07.00 s/d 16.00 WIB.  Tetapi ada juga yang bekerja mulai dari jam 06.00 WIB karena mereka menginap di rumah yang punya industri kecil, dengan demikian mereka bisa bekerja lebih awal. Kebanyakan hari minggu untuk beristirahat. Selain hari Minggu, ada juga hari tertentu yang digunakan untuk libur, biasanya disaat hari-hari besar dan saat musim panen tiba. Mereka yang mempunyai sawah libur sementara untuk mengurusi sawahnya. Sedangkan bagi yang tidak mempunyai sawah biasanya ikut menjadi buruh tani sementara. Bagi para pemilik industri kecil genteng pres, hal yang demikian sudah menjadi maklum dan memang sudah menjadi kebiasaan. Para pemilik industri kebanyakan juga mempunyai sawah yang harus diurusinya. Meskipun mereka tidak mendapat keuntungan dari hasil industri kecil, tetapi mereka tetap mendapat keuntungan dari hasil pertanian. Hal ini tidak berlangsung lama, karena pekerjaan di pertanian hanya bersifat musiman.
Dengan adanya industri kecil genteng pres bisa memberikan manfaat bagi pemilik industri dan bagi pekerja serta bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitarnya. Keberadaan industri kecil genteng pres dapat mengurangi laju urbanisasi dan dapat mengurangi pengangguran.
Dari uraian di atas dapat memberikan gambaran bahwa industri kecil genteng pres memiliki kemampuan dalam menyerap tenaga kerja yang kebanyakan mereka dari penduduk setempat dan sekitarnya yang rata-rata memiliki tingkat pendidikan dan keterampilan yang cukup. Dengan demikian, keberadaan industri kecil genteng pres di Desa Grogol merupakan salah satu cara untuk memberdayakan masyarakat pedesaan.

Referensi
Community development in perspective / edited by James A. Christenson & Jerry W. Robinson, Jr Ames : Iowa State University Press, 1989.
Istiarti, V.G Tinuk, Priyadi N, Laksmono W, Emmy R. 2009. Pemberdayaan Masyarakat
Martono, Nanang. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial : Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial. Jakarta: Rajawali Press.
Pranaka, A.M.W., dan Onny  S.  Prijono, (eds.).  1996. Pemberdayaan:  Konsep,  Kebijakan  dan  Implementasi. Jakarta: CSIS.
Tjokrowinoto, Moeljarto. 1996. Pembangunan: Dilema dan Tantangan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lampiran
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja-Gi1xwJrmcjHyWS7X47ZASe0ZsVsyVmQ03L00RZch2k_rKf7KoCnDXxq8PGnmLQBOWn_U7s-aKRRb1dAju_aL4_k3gofA20_k8dwacKbfaNL7ujZpY2wYtvdnktljskn5eQ7lBnqzlo/s400/3+copy.jpg Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvwYMaKkHlLDkIZxGb55NCpNtg-EwbdVv52gkOndDiesZqt4BdET5Uh_tMMXio5P9ky10MfUtls8L-fo0Yl_yh9u51c8afalR4M0387YLeQpHRPKqr3qutWV-dqid8Sl1OpSNDOSSDV2U/s400/2+copy.jpg
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzYx1F1_fPNFBlWGmp-9YjlskPI62Kt_HPCU2fQL2fctr7XTiWRn7_w11gbFrwQwO2BVxCGQC5NlH6Uq-Inf5Xbz3RR41qrKPHMQ9l3f1EV_gIwQ0Tm4cLE65pEhxI6LfG6NIVMgFqutFf/s1600/2011-12-23+11.14.15.jpg Description: http://images.tp.ac.id/373e7e3bbbde63986d1b3772a11e99c3/kencangnya-sepeda-sang-pedagang-balon.jpg Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSLWCUWE-tii4e43XMnsyILhzMXVWMLA4mn41wZ6erg6uu-q1mQ7A
 Description: http://i0.wp.com/motzter.com/wp-content/uploads/2013/05/image-1.jpeg?resize=231%2C173 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB3RNevrRmiQcwGXPzRXFa_nfp2MKek2tv6FYuTWJcHxTnWJO6MbB2v9X8LpSWe5Ef85BXBH4SmEpz2cbl1-QWIcqqjaVVr9gnVDI0-RK9gOwJn__M5eXjaMby5g6vNoqgbINrwsqJnmOU/s320/IMG_0347.JPG
Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSKBASLMBfIDO5aZ--Fng3-j9ppkJckpY5z4DTnaEIntw6e8ADd Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQfH7KvQ0GwdFKBUnHAnSs8_ij8Dh_Vua_YfH-7_C1fSlDtmRS1
Description: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT4BXwLlKBiAmpqACKme5m5TtS7-lXORGznZwv-NKPuURt-ALHFeQ Description: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRmrdZdaf9Osoz37oCX7IOLpw6WTnicKmIR826-vYQxb8094361Pg
 Description: http://baltyra.com/wp-content/uploads/2011/06/odong-odong.jpg Description: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQsjYl18BX10XXnHedGzzlv-6DKbzKXowCdDdJDxqVya1ocrrSD 
Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQZ1OGvLYOmeDFSrfD91xddYaSHq2-nY55jtIFcw1bCCq2Zeg9i Description: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTWndskmgGJAqHbUUBmPvk-jjrmZ7pqaKhfLsLEFexyf7l0D33Q
Description: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQyONtMwNLe4NA1o1NQWPJnb6YYvTNpfOERTJFiyWFG1NifyA8M Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9d/Indonesian_travelling_meatball_vendor_on_bike.jpg Description: http://goslink.files.wordpress.com/2007/07/mandi-bola-resize.jpg 
 Description: http://www.radarbangka.co.id/gambar/artikel-merry-asni-penjahit-binaan-pt-timah-tbk-jahit-pakaian-ibu-pkk-sekda-hingga-ibu-bupati2485_a.jpg Description: http://v-images2.antarafoto.com/g-pr/1252329109/krupuk-rambak-09.jpg
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyfMZ-IJLoKPXmJFyVoD8sflvp7kD0pV2seATcAzi5tR2_h43ISdHwO2utkCVMXGLpmzkusqUeXN-iPZWx1EXWkJo_6V6RBtZtC5lMw0leG4wMvwH0g-mG9qxijqHUmtWECZj03-UP9E4/s400/musim+tanam_2081.JPG Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnirsyymhBKPV0sJ-EVePi3RihYIFg8APQU_zlQHWX6JGshiBUpP_Cm2JG86Z-yjgN4T8BgMbbvy53TRZEWrZKbvu20w_yd7JazYLT5q1iaPByJxKKkm7GcCPRxp9l3u_eR_1Y-DcTtX4/s400/ibu-ibu+memasak+di+dapur+budhe+tiyo.JPG
 
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar